Polisi Dinilai Represif Soal Penanganan Demonstrasi di Depan PLN Sulsel Rabar

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Sulsel Rabar – Dalam aksi tersebut, Puluhan kader GEPMAR serentak mendesak PLN untuk segera melakukan transparansi rincian tagihan listrik pelanggan.

Massa aksi yang sedang menjalankan hak konstitusioanalnya sebagaimana terdapat di dalam Pasal 28E ayat (3) UUD NRI Tahun 1945, dimana dalam hal ini ketika terjadi aksi demonstrasi, “Jangan Bungkam Hak Konstitusional Warga Negara Melalui Tindakan-tindakan Represif”.

Baca Juga:  Serikat Petani Pasundan Dukung Polri Selesaikan Konflik Agraria dan Mafia Tanah

Abdul Faisal, Dewan Kehormatan Gerakan Pemuda & Mahasiswa Makassar (GEPMAR) mengatakan bahwa KAPOLRESTABES Makassar harus bertanggungjawab terkait tindakan refresif yang dilakukan oknum kepolisian tersebut, Perangkat aksi, Spanduk dirobek dan peserta aksi ditendang.

Baca Juga:  Melalui Video, Habib Rizieq Syihab Dikabarkan Akan Pulang ke Tanah Air

“Dilecehkannya Demokrasi ini, Saya berjanji akan membentuk sebuah Aliansi dan kembali menindak lanjuti tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian tersebut, negara ini adalah negara demokrasi, menyuarakan pendapat dimuka umum telah dilindungi oleh Undang-undang, tegasnya.

Didapati video amatir yang beredar di sosial media facebook terkait dengan tindakan represif oleh polisi terhadap para demonstran di depan PLN Sul-sel Rabar itu.