Jakarta – Panitia Pelaksana bersikeras untuk melanjutkan sidang tahapan pelakasanaan Musyawarah Besar (Mubes) ke VIII Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) Banda Aceh yang hanya diikuti oleh 3 dari 9 kecamatan.

Hal tersebut dinilai sudah melanggar AD/ART Ipelmaja yang mengatur terkait kuota forum Mubes Ipelmaja bisa dilaksanakan dengan dihadiri sekurang-kurangnya 50 persen plus satu suara.

“Kami dengan tegas menolak dan tidak menerima apapun keputusan yang dihasilkan dalam Mubes Ipelmaja ke VIII, karena Mubes itu hanya diikuti oleh 3 dari 9 kecamatan yang ada di Aceh Jaya,” kata M. Ilham Mansuridi salah satu kandidat Calon Ketua Ipelmaja Banda Aceh dalam rilis yang diterima media ini, Minggu (14/2).

Pihaknya juga menyesalkan sikap arogansi panitia pelaksana Mubes Ipelmaja yang dinilai tidak profesional dan tidak netral dalam menjalankan tugasnya.

Harusnya, panitia itu menyukseskan jalannya Mubes Ipelmaja hingga terpilihnya ketua baru, bukan malah menyukseskan salah satu kandidat calon ketua Ipelmaja periode mendatang.

“Panitia terlihat tidak netral, mereka terkesan sengaja menghambat sebagian peserta mubes yang ingin mengikuti Mubes Ipelamaja yang dilaksanakan di Aula Hotel Diana Kuta Alam, Banda Aceh,” ungkap Ilham.

Tak hanya panitia yang memihak, Steering Committee (SC) Mubes Ipelamaja juga juga terkesan sangat keras dan membela sebelah pihak serta tidak melarang dua kecamatan untuk mengikuti Mubes Ipelmaja dengan alasan-alasan yang sepele.

“Semua memang sudah disetting, agar skenario mereka berjalan dengan mulus, karena mereka sudah membaca jika mereka hanya kekuatan 3 kecamatan saja,” terang Ilham.

“Adapun 3 kecamatan yang mengikuti Mubes Ipelmaja yakni, Kecamatan Teunom, Pasie Raya, dan Kecamatan Setia Bakti. Sementara 6 kecamatan dari Mubes Ipelmaja yaitu, Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet, Darul Hikmah, Kecamatan Krueng Sabee dan Kecamatan Panga menolak mubes,” pungkas Ilham.