Jakarta – Kebutuhan minimal kantong darah di Indonesia mencapai 5,1 juta kantong darah. Namun, produksi darah dan komponennya hanya mencapai 4,1 juta kantong dan setiap tahunnya jumlah pendonor berkurang, hingga saat ini berkurang mencapai 40%.

Maka Resimen Mahasiswa Jayakarta bekerja sama dengan beberapa organisasi seperti IARMI, PP, PMI, dan lainnya bekerja sama dengan kecamatan Ciracas untuk mengadakan Donor Darah dan pembagian sembako untuk pendonor.

Ide dan gagasan donor darah ini berasal dari Bapak Wakil Gubernur yaitu Ir. H. Ahmad Ariza Patria, MBA seusai kunjungannya dari PMI, PMI menyampaikan bahwa ada kekurangan stock darah saat terjadinya pandemi ini.

“Diharapkan kedepannya masyarakat membantu sesama karna melihat jumlah pendonor yang terus berkurang hingga 40% dan kebutuhan akan kantong darah semakin banyak maka kegiatan ini sangat dibutuhkan” Pidato Bapak Wakil Gubernur yang disampaikan oleh Bapak Camat, Kecamatan Ciracas

“Kegiatan ini sudah ke-50 kali kami laksanakan diprovinsi DKI Jakarta dan 6 Wilayah lainnya termasuk Pulau Seribu. Kegiatan kemanusiaan tetap harus berjalan walau di tengah pandemi tentunya dengan protokol yang ketat, dan pembagian sembako ini bertujuan mengedukasi masyarakat ketika mereka tidak dapat memberikan bantuan seperti harta, benda tapi dapat membantu sesama dengan cara yang lain” Ucap Bapak Raden Umar, Selaku Danmenwa Jayakarta.

Dalam kegiatan kali ini penyelenggara menyediakan 200 kantong darah dan 200 paket sembako.

“Untuk persiapan kemanusiaan seperti ini kita tidak memerlukan waktu lama smuanya saling bekerjasama untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Diharapkan kedepannya kegiatan ini terus berjalan terus menerus dan kami siap dalam membantu kegiatan kemanusiaan seperti ini” Ucap Bapak Camat, Kecamatan Ciracas

“Biasanya kantong darah yang terisi dalam kegiatan yang kita lakukan diatas 100 kantong, dan paling minimal sekali itu 100 kantong” tutup Pak Raden Umar.