Disinyalir Ada Bisnis Narkotika di Rutan, GEMEI Akan Temui Kemenkumham

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Gerakan mahasiswa ekonomi Indonesia mengancam akan menduduki kementrian hukum dan ham karena diduga membiarkan bisnis narkotika terjadi di rutan salemba.

Menurut ketua umum GAMEI, Albar. Bahwa Rutan yang harusnya menjadi tempat untuk membina orang-orang yang bermasalah dengan hukum, tidak terkecuali masalah narkotika.

Lanjut mahasiswa asal makassar itu bahwa hari ini negara sedang gencar-gencarnya melawan para bandar dan pengedar barang haram itu, ko bisa-bisanya diduga ada yang sengaja main bisnis barang haram itu didalam Rutan. Tegas Dia.

Baca Juga:  Kapolri Berikan Bantuan Terhadap Masyarakat Yang Terdampak PPKM, Mantan Ketua Umum PP HIMMAH Apresiasi Kapolri

Kita meminta agar pak yasonna laoly harus mengevaluasi direktur jenderal pemasyarakatan dan kepala rutan salemba karena dibawah kepemimpinan dalam Rutan Salemba terjadi indikasi bisnis narkotika.

Baca Juga:  Video Seorang Perempuan Lempar Kitab Suci Al-Qur'an di Makassar

Kalau tidak bisa di bina ya dibinaskan saja, alias di copot. Kita juga akan mengejar siapa yang berani bermain-main dengan barang haram ini di dalam Rutan.

Kami tidak segan – segan akan mengadakan aksi di depan kementrian hukum dan ham, serta polda metro jaya untuk kasus ini cepat ditangani.

Kami meminta dengan tegas kepala Rutan Salemba harus mengundurkan diri karena dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya, sampai bisa terindikasi ada bisnis narkotika didalam rutan.

Menutupnya, Albar mengatakan bahwa jika pak yasonna Laoly tidak eksplisit dalam melihat masalah yang terjadi di rutan Salemba maka kami akan meminta presiden untuk mencopotnya dari jabatan mentrinya.