BELAIN Inginkan Pilkada Desember Ditunda

Related

Andy Cahyady Meminta Kepastian Pelaksanaan Eksekusi Terhadap Wenhai Guan

Jakarta - Pada tanggal 03/08/20201, Andy Cahyady kembali...

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Share

Pilkada serentak yang akan digelar di 270 daerah yang awalnya di rencanakan pemungutan suaranya pada september 2020, dan Komisi Pemilihan Umum telah memulai tahapan penyelenggaraan sejak oktober 2019.

Namun melihat kondisi bangsa yang ada dengan merabaknya Covid – 19 pada tahun 2020 ini mengakibatkan pilkada serentak yang sudah di rencanakan di tunda selama tiga bulan.

Virus yang ditetapkan oleh WHO menjadi pandemik dunia ini mengakibatkan KPU mempertimbngkan pilkada serentak pada 21 maret 2020 KPU memutuskan untuk menunda tahap pemilihan kepala daerah provinsi, kabupaten, dan walikota (pilkada) sebagai upaya pencegahan.

Penundaan itu tertuang dalam Keputusan Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan surat edaran nomor 8 tahun 2020 tentang pelaksanaan keputusan KPU tersebut.

Ditunda selama tiga bulan dan akhirnya DPR dan penyelenggara pemilu sepakat memutuskan kembali melanjutkan tahapan, kemudian hari pemungutan juga bergeser menjadi 9 desember 2020.

Baca Juga:  KPU Depok Kejar Target 77,5 Persen Partisipasi Pemilih Pilkada 2020

Tahapan pilkada mulai dilakukan pada senin 15 juni 2020, meskipun kurva Covid -19 belum melewati puncak pandemik atau belum melandai di indonesia.

Melihat hal itu direktur Bela Indonesia Gerakan Pilar Bangsa, Abdussalam Hehanussa meminta kepada Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI dan DPR RI Khususnya komisi II untuk menunda pelaksanaan pilkada serentak desember 2020 mendatang.

Baca Juga:  Dewan Pers Adakan Rapid Test Bagi Para Wartawan.

Lanjut Direktur Bela Indonesia itu bahwa bukan hanya perihal kurva pandemik tapi kasus positif Covid -19 ini masih saja bertambah di Indonesia, depok misalnya update Covid-19 14 juli masih bertambah 7 kasus baru ditemukan.

Beberapa daerah di Indonesia sampai saat ini masih terus ada peningkatan jumlah kasus positif orang terpapar corona, pada kamis 16 juli 2020 untuk perkembangan Covid – 19 di Jatim misalnya angkanya sangat besar sekali, sudah mencapai 17. 549 sementara untuk meninggal dunia telah mencapai 1.352 orang.

Dan sebagian besar dareah di indonesia timur dalam kondisi musim hujan justru makin meningkat kasus positif coronya, bahkan meninggal dunia pun makin bertambah. Ini yang harus dipikirkan, tutur Alan.

Pilkada dengan segala prosesnya itu mengumpulkan banyak orang dan ini sangat berbahaya sekali, WHO saja masih memberikan sinyal ketakutan ihwal pandemik ini dikarenakan semakin parah dan sulit dikendalikan. Tegas Alan.

Ini menyangkut keselamatan masyarakat Indonesia. Makanya kami menolak keras pilkada serentak di laksanakan desember mendatang. Penyelenggara beserta DPR harus kembali memikirkan kondisi yang ada, kita harus prioritaskan masalah kemanusiaan di tengah pandemi ini.