Ribuan Massa asphija kepung balai kota DKI untuk meminta keadilan ke gubernur DKI jakarta bapak Anis baswedan segera membuka tempat usaha kami.

Mau sampai kapan usaha hiburan kami di tutup,pemerintah tak pernah memberikan solusi yang jelas pada kami.

Bahkan sampai saat ribuan karyawan kami sudah menjadi pengangguran dan kelaparan serta mengalami kesusahan dan keluarganya.

Mulai dari tidak sanggup membayar sewa kontrakan rumah dan ada karyawan kami yang diusir dari kontrakan nya karna mereka tidak mampu lagi membayar sewa kontrakan dan biaya sekolah anak mereka serta tidak mampu lagi membayar cicilannya.

Kami melihat pemerintah tidak adil dalam mengambil kebijakan karena tempat usaha yang lain sudah di bolehkan buka kenapa tempat usaha kami belum di izinkan untuk buka,kami mempunyai izin legal malah di larang buka.

Pemerintah berpihak kemana sebenarnya kita lihat saja pelanggaran-pelanggaran terjadi di mana-mana tempat usaha-usaha telah buka banyak melakukan pelanggaran.

Adapun hasil pertemuan ketua ASPHIJA dengan kesbangpol dan instansi terkait tempat hiburan jakarta di perbolehkan buka bagi memiliki Resto dan melakukan Dj dan musik virtual tapi sampai kapan kami menunggu kepastian dari pihak pemerintah.

Jika tuntutan kami tidak di indahkan maka kami akan melakukan aksi kembali dengan jumlah yang besar lagi.

kami hanya meminta usaha kami di buka dan menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.menurut Hana suriani ketua ASPHIJA.