Antisipasi Kestabilan Harga Pangan Jelang Ramadhan, Aprindo Siap Bersinergi Dengan Pemerintah

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Jakarta – Ketersediaan pasokan bahan pokok sangat krusial menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri harga kebutuhan bahan pokok biasanya naik tinggi tanpa terkendali karena besarnya permintaan masyarakat serta kurangnya pasokan.

Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) melalui ketua umumnya Ray Mandey menyatakan bahwa kondisi saat ini harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dan stok juga terjaga.

Baca Juga:  Menggapai Asa, Perbaiki Diri

“Kami dari APRINDO saat ini semakin mengintensifkan kerjasama dengan pemerintah melalui kementerian tetkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Namun demikian, tentunya kami selaku peritel modern akan bersinergi dari hulu sampai hilir dengan seluruh stake holder terkait bahan pokok untuk mewujudkan ini semua,” ungkap Ray Mandey kepada wartawan, Kamis, (18/3/2021).

Baca Juga:  KPU Depok Kejar Target 77,5 Persen Partisipasi Pemilih Pilkada 2020

Sebelumnya, Kepala Bulog Budi Waseso menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak membutuhkan impor beras karena stok sisa impor tahun 2018 masih sisa sekitar 900 ribu ton. Sementara, pada bulan April dan Mei, Indonesia akan memasuki panen raya.

“Sehingga, rencana pemerintah mengimpor beras 1 juta ton untuk stok cadangan nasional sangat tidak relevan,” tegas Budi Waseso.

Sementara itu, Dirut PT. Food Station Pamrihadi Wiraryo menyatakan bahwa saat ini stok bahan pokok di DKI menjelang Ramadhan tahun ini aman, karena suplai and demand saat ini sangat terjaga.

“Kemungkinan untuk fluktuasi harga pada komoditas cabe, daging dan bawang merah tetapi ini akan kita antisipasi lebih awal sehingga tidak menimbulkan gejolak pasar, dan untuk kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa dan ldul Fitri tahun ini dapat tercukupi,” tegas Pamrihadi.***