Aktivis Gugat Novel Menggelar Aksi Bakar Lilin di Depan Kejagung

Related

Andy Cahyady Meminta Kepastian Pelaksanaan Eksekusi Terhadap Wenhai Guan

Jakarta - Pada tanggal 03/08/20201, Andy Cahyady kembali...

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Share

Solidaritas Aktivis Gugat Novel (AGN) peduli korban sarang burung walet yang mencari keadilan untuk menyeret Novel Baswedan ke persidangan.

Praktik penegakan hukum yang terjadi dalam kasus sarang burung walet menimpa masyarakat miskin melahirkan ketidakadilan.

Korban dan keluarga korban sarang burung walet di Bengkulu yang menjadi mangsa penganiayaan dan penghilangan nyawa diduga oleh mantan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu Novel Baswedan adalah kelompok yang paling rentan terhadap perlakuan hukum yang tidak adil.

Baca Juga:  PT Bhanda Ghara Reksa Sosialisasikan Program Keluarga Harapan Kemensos

Keberpihakan hukum pada masyarakat miskin dan kecil seperti korban sarang burung walet adalah sebuah kenicayaan. Untuk itu, AGN akan memberikan dukungan solidaritas peduli korban sarang burung walet dengan aksi damai bakar lilin

Baca Juga:  Gempar Akan Serahkan Berkas Hasil Audit BPKP ke KPK dan Kejagung

Kami akan mendengarkan langsung keluhan korban dan nasib keluarganya selama ini atas kekejaman Novel Baswedan

AGN berharap penegakan hukum tidak diskriminatif dalam menangani semua kasus di bumi Nusantara ini.

Bagaikan mencari jarum dalam sekam. Inilah pepatah yang sangat pas untuk menggambarkan bagaimana sulitnya masyarakat miskin mendapatkan
akses keadilan hukum di negeri ini.

Rakyat kecil menjadi korban dari penegakkan hukum yang tidak adil dan hukum telah luntur dari ketajamannya.

Korlap AGN mengatakan tidak ada yang kebal hukum di negara ini siapa pun yang bersalah dan melakukan penganiy harus di adili termasuk novel baswedan yang seharusnya sudah di tahan sampai sekarang masih berkeliaran.