Jakarta – Menwa merespon positif Perpres Rencana Aksi Ekstremisme sebagai daya tangkal untuk pencegahan dan deteksi dini.

Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) pada 15 Januari 2021.

Menanggapi kebijakan tersebut Resimen Mahasiswa (Menwa) merespon positif Perpres yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi, dimana hal tersebut dinilai sebagai upaya melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap tindakan ekstremisme.

“Perpres tersebut merupakan upaya Daya tangkal sebagai deteksi dini dan cegah terhadap tindakan ekstrimisme dan terorisme,” ungkap Raden Umar, Komandan Menwa Jayakarta.

Lanjutnya, Ia juga menyebut bahwa politik dan keamanan negara masih tidak menentu seiring dengan bermunculannya aksi-aksi radikal dan ekstremisme di Kalangan pendidik maupun di lingkungan ASN dan perguruan tinggi.

“Kondisi sosial politik dan keamanan suatu negara menjadi barometer penting dalam menjalankan suatu negara sehingga terciptanya kenyamanan dan stabilitas nasional, bagaimana upaya mereduksi aksi-akai ektrimisme dan terorisme yang akan terjadi sehingga Perpres ini diperlukan dan mendukung kebijakan demikian,” lanjut Raden Umar.

Selain untuk menjadi pencegahan dan deteksi dini, Raden Umar menyebut bahwa Perpres ini akan meningkatkan perlindungan hak atas rasa aman warga negara dari tindakan ekstrimisme dan terorisme dan untuk memelihara stabilitas keamanan nasional yang sesuai dengan amanat UUD 1945 dan Pancasila.

Isi dari Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme, dapat diakses melalui tautan berikut ini.

Tautan: Perpres Nomor 7 Tahun 2021