IMG 20210505 030154 567

Makassar – SATUAN SISWA PELAJAR DAN MAHASISWA PEMUDA PANCASILA KOTA MAKASSAR melakukan aksi di depan mapolda Sulsel terkait dengan kinerja polres Luwu dalam mengatasi operasi tambang ilegal. Selasa (4 Mei 2021)

Sebelumnya, pada tahun 2019 tambang yang ada di kecamatan Bupon kabupaten luwu telah dipolisi line karena tidak memiliki izin akan tetapi tidak ada tindak lanjut dari polres Luwu bahkan hironisnya tambang ilegal tersebut di duga kembali beroperasi, nah ini yang menjadi pertanyaan besar. Kata Aswan selaku jendral lapangan

Kami meminta kepada Polda Sulsel untuk segera menindak tambang ilegal yang ada di kabupaten luwu serta memberi sanksi kepada oknum-oknum Polsek bupon dan Polres Luwu yang di duga telah melakukan pembiaran terhadap tambang ilegal, lanjut Wawan (sapaannya) yang juga pemuda kelahiran kabupaten luwu

Husnul Mubarak, S.kep., M.kep. selaku ketua SAPMA PP Kota Makassar dalam orasinya mengatakan di tanah kelahirannya kabupaten luwu Masi banyak tambang ilegal yang beroperasi bahkan polres Luwu terkesan melakukan pembiaran kepada tambang ilegal sehingga menjadi dasar kami datang di pimpinan tertinggi mapolda sulsel membawa laporan.

Lanjut husnul, kami adalah orang-orang yang sangat mencintai, menghargai, dan menghormati seragam bapak (kepolisian) akan tetapi jikalau ada yang mencoba mencoreng seragam tersebut jangan salahkan kami jika melakukan aksi unjuk rasa

Setelah beberapa orator bergantian menyampaikan
Kritik perwakilan Polda Sulsel meminta untuk masuk serta menerima beberapa tuntutan di antaranya: meminta pihak Polda Sulsel untuk mengusut tuntas kasus tambang ilegal milik YUSRI SINAji di kecamatan Bupon kabupaten Luwu, Tutup tambang ilegal yang masi beroperasi di kabupaten Luwu dan Meminta pihak Polda Sulsel Menindak oknum kepolisian Polsek Bupon dan polres luwu yang terkesan melakukan pembiaran terhadap tambang ilegal. Lalu meninggalkan ruangan yang telah di sediakan pihak Polda Sulsel

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Reskrimsus polda Sulsel karena telah menerima kami dan juga menerima tuntutan kami, juga menyampaikan kepada teman-teman peserta aksi untuk mengambil kendaraannya lalu kita pulang dengan tertip, tutup Wawan di atas mobil komando.