PW Pemuda Muslimin Sumsel Khawatirkan Penyebaran Covid 19 Semakin Tinggi Setelah Lebaran Idul Fitri Nanti

Related

Share

Palembang – Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Mislimin Indonesia (Pemuda Muslim) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menilai langkah Gubernur Sumsel, Herman Deru yang membolehkan warganya mudik antardaerah di Sumsel sebagai tindakan yang tidak taat terhadap pemerintah pusat.

“Ini tentu kebijakan yang tidak menghargai dan tak ikuti seruan pemerintah terhadap larangan mudik yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pusat.

Harusnya semua pihak, apalagi Kepala Daerah memberi teladan dalam hal kepatuhan terhadap larangan mudik ini,” ujar Ketua PW Pemuda Muslim Sumsel, Harda Belly dalam keterangannya, Senin (28/4/2021).

Pemerintah pusat dengan larangan mudiknya, kata Harda, sedang berupaya keras agar penyebaran wabah COVID-19 tidak semakin luas serta program vaksinasi yang sedang berjalan bisa berhasil.

Harusnya Pak Gubernur Herman Deru memahami alasan perintah pusat kenapa sampai mudik dilarang, sehingga tidak terkesan asal dalam membuat kebijakan, apalagi ‘disaat Sumsel tingkat kematian akibat covid tertinggi no 3 di Indonesia” tambanya.

Baca Juga:  Gerakan Berbagi Untuk Sesama, Pemuda Muslimin Cabang Lahat Berbagi Takjil

Lebih lanjut, Harda prihatin dan khawatir dengan dibolehkannya mudik antardaerah di Sumsel oleh Gubernur. Karena, jelas Harda, provinsi Sumsel tergolong belum berhasil menangani pandemi COVID-19 .

“Kenapa belum berhasil, hal itu bisa dijelaskan dengan fakta angka kematian di Sumsel masih tergolong tinggi seperti yang disampaikan Pak Mendagri beberapa waktu lalu,yakni fatality rate-nya masih 4,21 persen,” ungkap Harda.

Baca Juga:  Pemuda Muslimin Sumsel Ingatkan Gubernur Herman Deru Dalam Penanganan Covid 19

“Pak Mendagri juga berpandangan bahwa penerapan 3T di Sumsel ini lamban. Jadi sebaiknya Pak Gubernur lebih hati-hati lagi dalam membuat keputusan, karena ini taruhannya adalah kesehatan dan bahkan nyawa” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Herman Deru membolehkan warganya mudik Lebaran 2021. Namun mudik tersebut hanya berlaku di wilayah Sumsel tapi disini sangat dikhawatirkan penyebaran covid 19 di Sumsel akan semakin tinggi pasca hari Raya Idul Fitri nanti tutup Harda .

IMG 20210428 180843 517

Menurut Herman Deru larangan mudik itu hanya berlaku untuk di kalangan nasional yang mana pendatang dari luar tak boleh masuk ke Sumatera Selatan. Sedangkan, untuk warga yang melakukan mudik antara kabupaten/kota di Sumatera Selatan masih tetap diperbolehkan.

“Kalau di sini namanya pulang kota bukan pulang kampung. Karena dia dari kabupaten ke kota atau sebaliknya. Petugas akan kita bekali dengan pertanyaan yang cerdik, nggak bisa kaku. Maka nanti ada aturannya (larangan mudik) yang dibuat kami duduk bersama dulu,” kata Herman kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).