Jakarta – Polres Metro Jakarta Utara siang ini pada Selasa, 16 Maret 2020 mengadakan konferensi pers terkait tertangkapnya aksi jual-beli sekaligus pemalsuan buku nikah ilegal.

Menurut tim Opsnal Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara yang menangani kasus buku nikah ilegal tersebut, mereka menyebutkan bahwa penyelidikan bermula dari laporan masyarakat atas akan terjadinya transaksi jual-beli buku nikah ilegal.

Dalam kronologis yang dipaparkan oleh Opsnal Resmob Satreskrim, Tempar Kejadian Perkara (TKP) berlokasi di rumah susun Marunda yang terletak di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Penggerebekan dilakukan pada hari kamis tanggal 25 februari 2021 pukul 14.00 WIB.

Menurut keterangan press rilis yang dilakukan Polres Metro Jakarata Utara, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda.

“Peran pelaku terbagi menjadi; pembuat blangko, pengisian nomor blangko, penampung pesanan, dan bagian menjual kepada masyarakat,” dikutip dari press rilis Polres Metro Jakarta Utara.

Buku nikah palsu tersebut dijual dengan harga Rp.3.500.000 (tiga juta limaratus ribu rupiah), dan menurut keterangan polisi dan pengakuan tersangka, kegiatan ilegal jual-beli hingga pemalsuan buku nikah ini sudah beroperasional selama 5 tahun, atau sudah berlangsung sejak tahun 2015.

Pelaku transaksi sekaligus pemalsuan buku nikah ini akan dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman masa kurungan penjara paling lama 6 tahun.