Menolak Dikarantina, Guspardi Gaus Dinilai Melanggar Hukum

Related

Andy Cahyady Meminta Kepastian Pelaksanaan Eksekusi Terhadap Wenhai Guan

Jakarta - Pada tanggal 03/08/20201, Andy Cahyady kembali...

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Share

JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana, Andi Ridho Utama Ahmad menilai, sikap dan tindakan Guspari Gaus selaku anggota DPR RI, menolak untuk di karantina, sepulangnya dari Kirgistan, sama sekali tidak mencerminkan sosok warga negara yang baik.

Tidak hanya itu, Ridho juga meminta agar Ketua Umum Partai Amanat Nasionak (PAN) Zulkifli Hasan agar segera mengambil langkah dan memberikan sanksi tegas dengan cara memecat secara tidak terhormat.

“Ketika tidak memperlihatkan kepeduliannya ditengah kondisi Covid-19 ini. Alangkah baiknya, pak Guspari Gaus ini mundur saja dari DPR. Kami usulkan juga agar Ketua Umum partai yang bersangkutan, segera memberikan sanksi pemberhentian secara tidak terhormat.” tutup Ridho.

Baca Juga:  KNPI Meranti Bagikan Ribuan Masker ke Masyarakat Untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Menurut Ridho, keharusan agar setiap orang yang bepergian ke luar negeri pada masa pandemi covid-19 harus di isolasi selama 5 hari atau 14 hari, secara jelas diatur dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Perjalanan Internasional, yang itu bagian dari pada aturan turunan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Baca Juga:  Program Apartemen Tangguh Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Secara Signifikan

“Penolakan karantina kesehatan adalah tindakan yang tidak pantas untuk di contoh. Sebagai anggota dewan seharusnya, pak Guspari ini lebih memperlihatkan keprihatinan terhadap pandemi covid, terlebih di Indonesia saat ini angka penyebaran Covid-19, terus meningkat,” Kata Ridho, Minggu (04/07) dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Ridho, penolakan yang dilakukan Guspardi untuk tidak dikarantina, merupakan bagian dari sikap acuh yang diperlihatkan seorang anggota DPR. Ditampung itu, Ridho menegaskan bahwa, tindakan tersebut juga bagian dari tindakan melawan hukum.

“Menolak untuk di Karantina itu jelas selain sikap acuh, juga bagian dari sikap melawan hukum. Sebab, soal karantina itu secara tegas dan jelas diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Artinya, apabila menolak untuk dikarantina, itu jelas dapat dijerat hukum pidana,” tegas Ridho.

Diketahui, dalam pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan disebutkan bahwa, Setiap orang yang tidak mematuhi aturan karantina kesehatan, dapat dijatuhi hukuman pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau membayar denda sebanyak seratus juta rupiah. (Haji Merah)