100M

PT.Alfindo Perkasa yang bertanggung jawab dalam pembangunan proyek Pelabuhan Marabombang senilai Rp.100M anggaran Kementerian Perhubungan.

Dimana pelabuhan tersebut diperuntukan ekspor-impor tapi nyatanya sampai detik ini masih juga belum terpakai sejak dibangun 2010, anehnya adalah kondisi pelabuhan tersebut ternyata tidak sesuai spek untuk peruntukan pembangunannya.

Olehnya kami Ibrahim Asnawi selaku Ketua Bidang Hukum dan Ham Gerakan Mahasiswa Ekonomi indonesia (GEMAI) meminta Kementerian Perhubungan,KPK,Kejaksaan Agung dan Ombosdman harus ikut menuntaskan permasalahan ini karena anggaran 100M untuk membuat pelabuhan di tahun 2010 karenanya harusnya sudah cukup, ini kok terkesan kekurangan anggaran padahal sudah menghabiskan dana kurang lebih 100M.

Maka PT.Alfindo Perkasa harus menjelaskan pekerjaan masa lalunya yang belum selesai dan terpakai karena speknya tidak sesuai untuk Pelabuhan ekspor-impor kepada KPK,Kejaksaan, Kemenhub dan Ombudsman agar persoalan Pelabuhan Marabombang yang diperuntukan ekspor-impor bisa selesai dan terpakai.