KNPI Soal Tuduhan Kuasa Hukum Novel Baswedan Kepada Polri

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Jakarta – Ketua Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Fuadul Aufa menyarankan Irjen. Pol Rudy Heriyanto untuk melaporkan Kuasa Hukum Novel Baswedan atas tuduhannya kepada mantan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya atas penghilangan barang bukti kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan.

“Saya sarankan pak Rudy laporkan kuasa hukum Novel Baswedan atas pencemaran nama baik, itu tidak bisa dibiarkan.” ujar pria yang akrab disapa Upay

Baca Juga:  Proyek Pelabuhan Marabombang Terlantar, KPK Diharap Usut Tuntas Anggaran 100M

Menurut Alumni Himpunan Mahasiswa Islam itu, kuasa hukum Novel Baswedan semakin mengada-ada, setelah mengingatkan agar Istana tidak buang badan sekarang malah berpendapat Kepala Divisi Hukum Mabes Polri Irjen Pol Rudy Heriyanto menghilangkan barang bukti.

“Terlihat kuasa hukum pak Novel ini semakin berhalusinasi tinggi, kemarin sebut Istana jangan buang badan, sekarang bilang Kadivkum Mabes Polri menghilangkan barang bukti.” ucap Upay melalui pernyataan tertulisnya kepada media.

Baca Juga:  Serikat Petani Pasundan Dukung Polri Selesaikan Konflik Agraria dan Mafia Tanah

Kembali Upay mengingatkan kepada kuasa hukum agar kembali fokus kepada persoalan pokok kasus yang menimpa kliennya, dan meminta segera kepada Novel Baswedan untuk bersedia melanjutkan kasus yang masih menjerat dirinya saat menjadi Kasat Reskrim Polres Bengkulu yaitu kasus sarang burung walet.

“Urus saja pokok persoalan hukum yang sedang dibelanya, kuasa hukum jangan melebar jauh dari persoalan. Dan segera persiapkan kliennya untuk melanjutkan kasus lama yang masih menjeratnya yaitu kasus sarang burng walet yang menyebabkan dua orang meninggal dan empat orang luka tembak.” urai Upay.