KNPI

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) membantah fitnah yang dilayangkan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab kepada Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama.

Pasalnya, beredar di media sosial bahwa Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menggelapkan uang penyewaan Tower di gedung DPP KNPI, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Penyewaan tower selama 3,5 tahun dengan dana sewa, Rp250 juta dan bantuan CSR sebesar Rp250 juta juga. Penggunaannya untuk gaji karyawan sekretariat dan operasional organisasi lainnya. Sebagai catatan bahwa yang telah diterima hanya dari pihak TBG/Solusindo di tahun 2020 awal. Sewa dari pihak perusahaan lain belum ada,” tegas Kepala kesekretariatan DPP KNPI, Darsono, Selasa (13/4/2021).


Sebelum Haris Pertama menjabat ketua umum, ada kepengurusan DPP KNPI dalam satu periode menerima 2 kali perpanjangan sewa tower di periode 2015-2018, yaitu periode kepemimpinan Ketua Umum M. Rifai Darus.
Darsono membantah jika ada 2 perusahaan tower yang sewa di sekretariat KNPI. Semua surat yang beredar sudah diketahui oleh pihak sekretariat dan pengurus lainnya.


“Saat ini hanya satu perusahan yang sewa, yang satunya belum ada proses sama sekali dan dibatalkan karena KNPI jelang kongres. Dia juga menegaskan, bahwa dana yang diperoleh dari penyewaan tower sangat transparan dan tercatat,” tuturnya.

” Dana tersebut digunakan untuk cadangann gaji karyawan, staf, serta operasional lainnya. Dana tower dari tahun 2020 hingga sekarang dana tersisa masih tersimpan dan dilaporkan dalam rapat pleno KNPI,” tegas Darsono.


Lebih lanjut dia mengatakan, semua surat DPP KNPI yang ditandatangani oleh Haris Pertama sudah diketahui kesekretariatan dan pengurus lainnya.