Kejaksaan Keluarkan Sprindik Terkait Kasus Kredit Fiktif PT. Jazmina Dan Bank BRI

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Terkait laporan Gerai Hukum atas kredit fiktif PT. Jazmina Asri Kreasi dengan Bank BRI cabang Tanah Abang disambut surat perintah penyidikan dari Kejakasaan Negeri Jakarta Pusat.

Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat secara resmi mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) kepada 4 orang tersangka dengan dugaan tindak pidana korupsi, jelas ketua Gerai Hukum Athur Noija, Kamis(27/8/2020).

Hendri Wilman selalu kuasa hukum korban kredit fiktif PT. Jazmina Asri Kreasi yakni Fauzan dan Fauzi menjelaskan sambil membenarkan jika kedua anak remaja tersebut mendapat panggilan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dengan surat panggilan yang dikeluarkan tanggal 24 Agustus 2020 untuk dimintai keterangan “. Sprindik itu atas tindak lanjut laporan tertulis dari Gerai Hukum kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. “, ungkapnya.

Gerai Hukum sudah melayangkan surat somasi ke PT Jaztel dan bank BRI terkait dengan permasalahan itu , dengan nomor surat somasi I No.001/SMS/GH/2020 tanggal 6 Mei 2020. Dan surat somasi II No.001/SMS/GH/V/2020 tanggal 3 Juni 2020.

Jawaban kedua surat yang dilayangkan Gerai Hukum kepada BRI dijawab oleh BRI cabang Tanah Abang dengan No. B/261/KC-V/AQ/06/2020 untuk jawaban somasi ke I dan No.B/2664/KC-V/OPS/O6/2020.

Baca Juga:  Surat Laporan Polisi Terhadap Abu Janda Naik Ke Tahap Penyidikan

Dari jawaban kedua surat somasi tersebut BRI tetap meminta pertanggung jawaban atas tunggakan sisa kredit pinjaman dan tidak ada kaitan hukum dengan PT Jazmina dengan BRI karena kreditur sudah dianggap karyawan PT Jazmina.

BRI tetap menolak permintaan Gerai Hukum atas klien kami untuk mengeluarkan surat lunas dan tetap akan mengirimkan surat somasi atas atas tunggakan pinjaman yang ada karena alasan BRI, klien kami merupakan hubungna hukum antara pekerja dan pemberi kerja”. Jelas Athur Noija .

Baca Juga:  Kepolisian Berhasil Ungkap Praktek Prostitusi Online yang Melibatkan Anak Dibawah Umur

Kasus dugaan terkuak ketika puluhan remaja mendatangi lembaga Gerai Hukum. Para remaja itu mengadukan nasibnya dan meminta advokasi dari pihak Gerai Hukum dan mereka mengatakan telah terjebak kredit fiktif melalui dugaan manpulasi data yang dilakukan oleh perusahaan PT Jazmina Asri Kreasi di wilayah Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Fauzan terjerat sisa hutang BRI senilai Rp.105.000.000 dari pinjaman yang diajukan PT Jaztel tahun 2018 serta Fauzi terjerat sisa hutang BRI Rp. 500.000.000,. dari pin jaman PT Jaztel. Kedua orang tersebut tidak pernah merasakan uang hasil pinjaman PT. Jaztel tersebut.

Tahun 2018 klien kami Fauzan dan Fauzi masih duduk di bangku SMA kelas 2, pertanyaannya kenapa BRI tidak menganalisa data tersebut. “Kami tanyakan ke pihak BRI dan beralasan bahwa hal itu sudah sesuai SOP, dan ini sangat tidak masuk akal”, tegas Hendri Wilman .

Gerai Hukum berharap pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berlaku profesional dan menjunjung tinggi nilai keadilan terhadap korban kregit fiktif yang dilakukan PT Jastel dan Bank BRI cabang Tanah Abang.

“Kejakasaan sudah menetapkan kasus sebagai tindak pidana kirupsi, jadi kami dari Gerai Hukum dan Jaksa Agung berkompeten mengawal kasus ini dan mengawal kami sebagai pencari keadilan di negeri Indonesia ini ,” tutup Hendri Wilman.