Jakarta – Siang ini tepat pukul 13.00 bertempat di Jetski Cafe, Pantai Mutiara di bilangan jakarta utara, Kuasa Hukum Maybank, Hotman Paris, membongkar sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan hilangnya uang Rp20 miliar di rekening nasabah.

Hotman mengatakan banyak kejanggalan yang terjadi dari kasus raibnya uang tersebut. Pertama, nasabah tidak pernah sejak memegang buku tabungan maupun kartu ATM sejak rekening dibuka pada tahun 2014.

Pada awal membuka rekening tabungan oleh Winda dan Floretta, buku tabungan dan kartu diserahkan kepada Kepala Cabang Maybank Cipulir, A, yang kini menjadi tersangka. Pihak Maybank menjelaskan sudah ada bukti terima yang ditandatangani oleh nasabah.

Kejanggalan kedua adalah mengenai bunga yang seharusnya didapat oleh Winda dan Floretta. Bunga itu seharusnya dibayarkan langsung oleh Maybank. Namun yang terjadi bunga dibayarkan oleh tersangka A melalui rekening pribadi di Maybank dan BCA kepada Herman Lunardi, ayah Winda dan istri Floretta. Dua nasabah itu pun tidak protes atas keanehan tersebut.

Selanjutnya, bunga yang dijanjikan pun tidak sesuai. Bunga 7 persen jika dihitung seharusnya yang diterima nasabah adalah Rp 1,2 miliar. Hanya saja tersangka A mentransfer secara pribadi jumlahnya hanya Rp 573 juta.

Kejanggalan berikutnya, dari rekening Winda ada aliran Rp6 miliar untuk pembayaran polis asuransi. Satu bulan berselang, uang tersebut kembali lagi, tetapi masuk ke rekening milik ayah Winda, Herman Lunardi sebesar Rp4,8 miliar.

Dengan keanehan tersebut, Hotman menduga tersangka A melakukan praktik bank dalam bank. Uang nasabah diputar ke luar. Menurutnya, ada dugaan keterlibatan pihak lain. Selain itu, ini juga menjadi alasan Maybank tidak mengembalikan uang nasabah dan menunggu proses hukum.