Belum Bayar Hutang Bank, Debt Colector Ambil Seluruh Perabotan Warga Jati Bening

Related

Share

Jakarta – Surjo Satrijo salah seorang warga di Jati Bening Indah Komplek Angkatan Laut, Kel. Jatibening, Kec. Pondok Gede Kota Bekasi harus merelakan hampir semua barang didalam rumah diambil secara paksa oleh debt colector Bank

Suryo menceritakan pada Jumat,(28/5/21) rumahnya didatangi enam orang mengaku dari pihak penagih hutang (Debt colector) Bank BNI memaksa melunasi tagihan hutang atas nama istrinya bernama Pudyastuti Endang yang tertunda.

“Hari itu saya cuma bersama anak dirumah, istri saya sedang di rumah sakit untuk Chek Up Kesehatan serta Fisiotherapy karena ada darah tinggi migren serta kena syaraf kejepit di leher selain penyakit diabetesnya,” tukasnya.

Kata Surjo, meski sudah menjelaskan istrinya tengah melakukan cek kesehatan di rumah sakit. Namun, oknum tersebut tidak perduli dan tetap memaksa menyita hampir semua barang yang ada didalam rumah bahkan mereka sempat mendorong dirinya saat mencoba menghalangi.

Baca Juga:  Polres Jakarta Utara Dilaporkan ke Propam Perihal Penganiayaan Pada Saat Penangkapan

“ Dirumah hanya ada saya dan anak, saat saya minta surat tugas mereka tidak mau kasih dengan nada tinggi. Karena saya takut terpaksa tanda tangan untuk sita barang. Bahkan, anak saya sempat disuruh ikut membantu memindahkan barang dari dalam ke depan rumah. Barang dan perabotan yang mereka ambil seperti TV, Blender, Slow juice, Kipas angin, Kulkas, Komputer, Freezer, Lemari, Teko antik, Gelas kaca, Vas, Oven toaster, Microwave, Speaker,” katanya.

Baca Juga:  100 Hari Program 'PRESISI' Kapolri Listyo, Fraksi NKRI Apresiasi

Ia mengungkapkan memang sudah beberapa kali pihak Collection Bank BNI mendatangi rumahnya menagih hutang, namun ia dan keluarganya belum mampu membayar karena kondisi keuangan keluarga sedang terpuruk lantaran usahanya bangkrut.

“ Beberapa kali mereka datang, ada opsi penyelesaian pembayaran yang mereka tawarkan, meski saya setuju tapi karena memang kondisi keuangan keluarga sedang parah, jadi saya minta untuk sabar dulu, Kan tetap aja harus bayar, makannya saya cari-cari pinjaman dulu sama teman,” ungkapnya.

Suryo menyesalkan sikap debt colector bank BNI tersebut memaksa menyita barang-barang miliknya tanpa ada keputusan pengadilan terlebih memperlakukan dirinya secara kasar di depan anaknya.

Ia mengaku sudah melaporkan oknum-oknum mengatasnamakan Colector dari Bank BNI ke OJK dan Bank Indonesia serta ke pihak kepolisian atas perbuatan tersebut.

Suryo berharap ada tindakan tegas terhadap para oknum colector yang sudah seperti bergaya preman.