Anies Ditantang Untuk Tutup Perusahaan Besar Yang Melanggar Pada Saat PPKM

Related

Andy Cahyady Meminta Kepastian Pelaksanaan Eksekusi Terhadap Wenhai Guan

Jakarta - Pada tanggal 03/08/20201, Andy Cahyady kembali...

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Share

Jakarta – Masa PPKM sekarang ini banyak perusahaan yang harus mengurangi kegiatannya demi menekan angka penyebaran Covid-19. Tak terkecuali perusahaan – perusahaan yang berada di DKI Jakarta.

Namun pada saat PPKM seperti ini, masih ada saja perusahaan yang membandel dengan membuka perusahaannya yang jelas-jelas sudah melanggar peraturan yang dibuat untuk menyesuaikan kegiatan perindustrian mada saat masa PPKM seperti ini.

Baca Juga:  Menolak Dikarantina, Guspardi Gaus Dinilai Melanggar Hukum

Salah satu perusahaan yang sedang menjadi atensi di masyarakat ialah PT Yamaha Music Manufacturing yang berada di Kawasan Industri Pulo Gadung. Perusahaan tersebut jelas-jelas melanggar pada saat masa PPKM seperti ini.

IMG 20210716 WA0036
Kondisi Pada Saat Jam Pulang Kerja Di Sekitaran Perusahaan Yang Menimbulkan Kerumunan

Ketua Umum Persatuan Orang Betawi (POB), Matadi atau yang biasa disapa Adong menantang Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan untuk menutup perusahaan yang jelas-jelas telah melanggar.

Baca Juga:  HMI Soroti Kinerja Pemda dan Polres Sidrap di Tengah Covid-19

Ia meminta Gubernur untuk tidak pilih-pilih perusahaan yang ditutup. Ia menekankan Gubernur harus berani menutup perusahaan besar. Tidak hanya yang kecil saja yang di perhatikan.

“Gubernur jangan pilih-pilih kalau menindak atau menutup perusahaan. Jangan yang kecil saja, yang besar juga harus ditutup juga jika memang bersalah.” ujarnya

Matadi sebagai warga di sekitar Kawasan Industri Pulo Gadung merasa jika perusahaan tersebut tidak ditutup, maka akan ada kesan Gubernur tebang pilih dalam menutup perusahaan. 

“Masalahnya, sudah banyak laporan mengenai perusahaan tersebut. Gubernur cepat lah bertindak.” Tutupnya