Aksi Depan Gedung KPK , Massa Desak Usut Dugaan Praktek Jual Beli Jabatan di Sumsel

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Jakarta – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Aksi Mahasiswa Indonesia (BASMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK pada Jumat, 16 April 2021. Basmi melakukan aksi demonstrasi perihal kasus dugaan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Koordinator Aksi Moh. Jailani menyampaikan bahwa KPK tidak boleh membiarkan praktek KKN yang terjadi di Sumsel.

“Melakukan aksi ini karena kami masih percaya ke KPK untuk tidak lengah dan bekerja profesional sehingga memberantas yang namanya KKN. KPK tugasnya memang seperti itu, kalau misalkan ada praktek KKN harus dientaskan ,” kata Jailani.

Baca Juga:  Muchdi PR Ajukan Banding Dalam Kasus Sengketa Partai Berkarya
photo 2021 04 16 20 41 10
Spanduk Tuntutan Mahasiswa Terhadap Praktek Jual Beli Jabatan di Provinsi Sumatera Selatan

Menurut Jailani, di Sumsel telah terjadi dugaan praktek jual beli jabatan dan pengangkatan kerabat dekat sebagai pejabat di Pemda.

“KPK harus turun ke Sumsel dan selidiki adanya dugaan kasus jual beli jabatan dan pengangkatan kerabat gubernur Herman Deru sebagai pejabat di Pemda karena ini jelas-jelas praktek KKN yang harus dituntaskan oleh KPK” ujarnya.

Baca Juga:  Gempar Akan Serahkan Berkas Hasil Audit BPKP ke KPK dan Kejagung

Jailani menantang Firli Bahuri untuk turun ke tanah kelahirannya sendiri untuk menyelesaikan banyak persoalan terkait dengan kasus korupsi.

“Bapak Firli adalah putra terbaik daerah Sumsel, jadi kami minta untuk turun tanah kelahirannya sendiri. Kalau tidak mau turun selahkan mundur saja sebagai ketua KPK karena kami tidak membanggakan orang yang tidak mau menyelesaikan persoalan korupsi di daerahnya sendiri,” kesalnya.
“Kami sudah beberapa kali minta KPK untuk menuntaskan kasus yang terjadi di Sumsel dan sekarang kami minta lagi untuk turun mengusut kasus dugaan jual beli jabatan dan distribusi kekuasan berdasarkan kekeluargaan yang dilakukan oleh Gubernur Herman Deru, oleh karena itu KPK jangan tebang pilih segera usut kasus tersebut” tutup Jailani.