Jakarta, Bangsa.ID – Dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok sejak Januari 2020 menyebabkan pertumbuhan ekonomi secara global merosot tajam pada level 2,3%. Suatu fase yang terendah dalam satu darsawarsa setelah krisis keuangan 2018 silam dan berimbas juga pada Indonesia.

Pada hari ini Direktur Utama PT. Duta Pertiwi Hadi Wijaya mengatakan bahwa perusahaan optimis dalam menghadapi situasi lemahnya pasar, agar perusahaan dapatbmemberikan kinerja yang positif dengan menerapkan strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Kami sukses dalam produk plywood yang lalu tapi sekarang keadaan telah berubah dan produksi menurun tajam.

“Kami akan berhati-hati dalam memasarkan produk mempertahankan mutu lem, dan rutin mengunjungi ke pabrik pabrik pelanggan agar kualitas produk tetap terjaga serta dapat bersaing dan bertahan”

“Sepanjang tahun 2019, perusahaan mencatatkan pendapatan penjualan bersih srbesar Rp. 118,92 milliar atau 17,06% dibanding tahun 2018. Namun jumlah tersebut tercatat naik 8,11% dari target pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 110 miliar”, ungkapnya.