Pedagang Tanah Abang

Jakarta – Puluhan Pedagang Pasar Kambing Kebon Melati, Tanah Abang Jakarta Pusat saat ini masih terlantar dan masih belum bisa berjualan seperti biasanya, setelah lapak dan kiosnya kebakaran pada, Kamis 8 April 2021 kemarin.

Kebakaran yang menghabiskan sebanyak 174 lapak dan 40 kios dengan taksiran kerugian senilai Rp. 1 Miliar itu, sampai saat ini belum ada penanganan serius dari pihak PD Pasar Jaya selaku pengelola, maupun dari Pemerintah Daerah Kota Jakarta Pusat.

Koordinator Aliansi Korban Kebakaran Pasar Kambing Kebon Melati Tanah Abang, Deni Iskandar mengatakan, dari sejak adanya peristiwa kebakaran pasar kambing tersebut, PD Pasar Jaya Kebon cenderung diam, sementara Pemerintah Kota Jakarta Pusat, hanya sebatas wacana.

“Tidak ada tindakan, maupun solusi kongret dari PD Pasar Jaya maupun dari Walikota sampai saat ini. Padahal para pedagang terkhusus para pemilik lapak dan kios menanti, soal pembangunan pasar yang kebakaran itu,” kata Deni, Senin (26/04) di Jakarta.

“Walikota Jakarta Pusat, itu hanya ngomong aja bahwa pasar ini akan ditata ulang, cuma soal waktu pastinya kapan, itu belum jelas. Termasuk PD Pasar Jaya, justru terkesan tidak tanggung jawab. Gimana logikanya, ko pembersihan puing-puing pasar disetiap kios dan lapak yang kebakaran itu, ketika dibersihkan, para pemilik itu disuruh membayar kebersihan lagi, kan gak masuk akal,” ungkapnya

Seperti diketahui, usai kebakaran hebat di pasar kambing, Kebon Melati Tanah Abang, yang menghabiskan 40 kios dan 174 lapak para pedagang itu. Pihak PD Pasar Jaya Kebon Melati, Tanah Abang melakukan pembersihan dan memungut biaya sebesar 300 ribu rupiah pada setiap pedagang atau pemilik kios/lapak.

Menurut Deni menjelaskan, dari sejak awal kebakaran pasar Kambing Kebon Melati Tanah Abang itu terjadi, pihak PD Pasar Jaya tidak hadir.

Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat Bidang Partisipasi Daerah itu menegaskan bahwa, seharusnya pihak PD Pasar Jaya maupun Pemerintah Kota Jakarta Pusat, bisa sedikit membuka mata, perihal kebakaran tersebut.

“Saya dan para pedagang di Pasar Kambing ini korban kebakaran, lahan usaha kami terbakar. Harusnya pemerintah Jakarta Pusat dan PD Pasar Jaya ini peka, inikan justru dibalik. Sampai hari ini tidak ada kejelasan. Para pedagang ini memerlukan kejelasan. Minimal, para pedagang ini diberikan tempat sementara, agar tetap bisa berjualan. Karena ini soal mata pencaharian mencari rezeki,” tegasnya

Oleh karenanya, Deni meminta agar, Walikota Jakarta Pusat dan pihak PD Pasar Jaya, bisa segera mengambil langkah cepat, terkait kebakaran pasar kambing Kebon Melati Tanah Abang tersebut.

“Kami mintanya, ya bisa cepat dibangun. Berikan kepastian dan kejelasan pada para pedagang. Begitu juga dengan PD Pasar Jaya, turun ke bawah, karena memang kinerja PD Pasar Jaya Kebon Melati ini, lamban dan hanya menghisap para pedagang,” kata Deni, yang juga lapaknya terbakar habis.