Perlakuan Tidak Menyenangkan Petugas PT. Taspen Kepada Awak Media

Related

Share

Jakarta – Beredar video seorang pria di sosial media yang diduga merupakan Direktur PT. Taspen, dipergoki oleh istrinya sedang jalan dengan seorang wanita yang diduga juga merupakan salah seorang pramugari

Dalam video yang beredar tersebut, Istri dari pria yang diduga merupakan direktur PT. Taspen, melabrak dan memarahi pria bertopi hitam tersebut.

Saat ingin dikonfirmasi jurnalis Bangsa.id, reporter metro Wahyu Ridho bersama dengan Muhammad Davin Devara mendatangi kantor PT. Taspen pada tanggal 17 Februari 2021, siang hari, sekitar pukul 13.30 dengan maksud untuk mengkonfirmasi video viral yang dikaitkan kepada direktur utama PT. Taspen, Antonius N.S.

Saat dikunjungi, Antonius N.S sedang tidak berada di kantor, hal ini pun dikonfirmasi oleh salah seorang petugas keamanan dengan pakaian safari. Kemudian tim jurnalis Bangsa.id juga ingin mengkonfirmasi ke pihak Humas PT. Taspen, namun pihak Humas PT. Taspen juga sedang tidak berada di tempat.

Baca Juga:  Mengulik Kesehatan dan Bisnis Bersama Artis di tengah Pandemi Covid 19

Selang beberapa waktu, datanglah seorang wanita yang mengaku sebagai petugas front-desk, disinilah awal mula kejadian tidak menyenangkan terjadi pada kedua jurnalis Bangsa.id.

Baca Juga:  Halte TransJakarta Sarinah Dibakar dan Diamuk Massa

Pada saat tim jurnalis sedang berbincang dengan salah seorang petugas keamanan, lalu tiba-tiba Wanita tersebut mengeluarkan kata-kata tidak menyenangkan kepada tim jurnalis.

dengan nada tinggi, wanita tersebut terus beradu argumen dengan salah satu jurnalis, hingga melempar kartu tanda pengenal jurnalis milik Muhammad Davin Devara.

Ketika ditanya nama oleh jurnalis Bangsa.id, Wanita yang mengaku sebagai petugas front-desk enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh jurnalis tersebut.

Perlu diketahui, tugas seorang jurnalis ialah melakukan peliputan yang dibuktikan oleh identitas yang dikeluarkan oleh perusahaan media sebagai bukti sah bahwa jurnalis dapat melakukan peliputan yang dilindungi oleh Undang – Undang No 4 Tahun 1999 Pasal 4 tentang Pers.

Mengetahui hal itu, Pimpinan Redaksi (Pimred) Bangsa.id, Ahmad Fauzie menyayangkan kejadian tersebut.

“Sangat disayangkan atas apa yang terjadi oleh kedua jurnalis kami, kami berharap akan adanya permintaan maaf oleh petugas PT. Taspen tersebut, karena kejadian ini dapat mencoreng semangat jurnalisme,” tegasnya.