Bupati Ogan Ilir, Panca, Diminta Tak Berpihak Ke Ayah Kandungnya

Related

Masih Membandel, PT Tainan Disegel Disnakertrans

Jakarta - Perusahaan yang masih membandel beroperasi pada masa...

Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Jakarta - Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap...

Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Jakarta - Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka...

Salahi Aturan, Tiang-Tiang dan Kabel Optik Tak Berizin Harus Ditindak

Jakarta - Penampakan tiang-tiang yang berisi kabel optik dan...

Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Jakarta - Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang...

Share

Ogan Ilir – Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar akan menertibkan sejumlah Mobil Dinas (Mobnas) sebagai aset daerah nampak santer terdengar, namun upaya Bupati PWA tersebut, dinilai oleh DPRD OI Fraksi PDI Perjuangan terkesan tebang pilih, dan menyampingkan aturan hukum yang berlaku. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD OI Wahyudi ST didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD OI Amir Hamzah SH kepada wartawan. Sabtu (01/05/2021)

“Fraksi PDI Perjuangan DPRD OI tentunya mendukung kebijakan Bupati OI PWA untuk menertibkan aset daerah. Namun yang perlu dikritisi dengan tegas bahwa langkah PWA yang meminta bantuan pihak berwajib agar menertibkan mobil jenis Toyota LC yang digunakan oleh Mantan Bupati OI HM Ilyas Panji Alam mencerminkan bahwa PWA tidak paham aturan hukum yang mengatur hak-hak mantan bupati yang tertuang dalam PP 84 tahun 2014 pasal 12 -13”, tegas Wahyudi ST.

Baca Juga:  Soal Chat Adam Deni ke Istri Jerinx, Dr.Tirta : Fitnah Keji dan Ngawur

Dalam keterangan lanjutannya, Wahyudi ST menilai PWA terkesan sangat memaksakan penertiban mobil dinas tersebut dan cenderung tebang pilih serta tidak menghormati hak-hak yang melekat pada mantan bupati yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Terkait peristiwa penertiban mobnas ini, kami Praksi PDI Perjuangan menginginkan Bupati PWA harus adil dan tidak tebang pilih dalam menertibkan mobnas mantan bupati. PWA jangan hanya menertibkan mobil Toyota LC HM Ilyas Panji Alam saja, namun PWA juga harus menertibkan dan mengambil mobil jenis VW Caravelle 2.0 TDI LWB yang bernomor casis dan mesin (MV2ZZZ7HZBH-085960CFC030062), yang diduga dikuasai secara ilegal sampai sekarang oleh Mawardi Yahya (MY), mantan bupati OI 2010-2015 yang merupakan ayah kandungnya yang saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Sumsel sebab mobil itu aset kabupaten OI bukan aset Pemprov,”, beber Wahyudi ST.

Baca Juga:  Vtube Resmi atau Tidak? Ini Dia Faktanya

Dalam keterangan akhir, Wahyudi ST mengingatkan bupati PWA untuk belajar menghormati mantan-mantan bupati serta menciptakan iklim kondusif ditengah-tengah keterpurukan masyarakat baik dari segi ekonomi maupun segi kesehatan karena pandemi Covid-19.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan DPRD OI mengajak bupati PWA untuk belajar menjaga hubungan kelembagaan dengan baik dan belajar menghormati mantan-mantan Bupati OI, sebab bagaimanapun para mantan bupati tersebut telah memberikan legacy untuk membangun kabupaten ini. Disamping itu kami mengajak Bupati PWA untuk menciptakan iklim yang kondusif di OI sebagi modal dalam membangun daerah ditengah keadaan masyarakat yang sedang sakit secara kesehatan maupun ekonomi karna Pandemi Covid-19 ini”, tutup Wahyudi