Jakarta – Dokter dan Koordinator Relawan Kemanusiaan, Tirta Mandira Hudhi Kembali mengkritisi penegakkan hukum terhadap pelanggar protokoler kesehatan Covid-19.

Tirta kembali melontarkan kritik kepada pemerintah yang menurutya pilih kasih dan tebang pilih dalam menegakkan protokol Covid-19. Kritikan tersebut ia ungkapkan lewat unggahan media sosial Instagram miliknya.

“Saya tidak paham mengapa ada sebagian orang kaya dengan gayanya lebih galak ketika ditegur karena pelanggaran protokoler kesehatan, apalagi sampai melakukan tidakan kekerasan dengan dalih punya bekingan,” Ujar Tirta ketika dihubungi sambungan telepon.

Kritikan tersebut dilontarkan setelah terjadi pengeroyokan terhadap salah satu lurah di Jakarta Selatan. Pelaku melakukan kekerasan tersebut setelah ditegur pihak kelurahan dalam penerapan protokol 3M kepada pengunjung di salah satu rumah makan.

“Miris melihat ketidakadilan di negeri ini, padahal pihak managemen restoran sudah menerapkan prokes Covid-19 dengan benar, cuma emang pengunjungnya yang bandel,” sambung Dr. Tirta saat diwawancara.

“Kasian dampaknya sampai kepengusaha restorannya, bagaimana ekonomi mau membaik kalo yang salah pengunjung, yang dihukum malah restorannya,” lanjutnya.

“Mari kita saling peduli satu sama lain, semua sama hanya ingin mencari nafkah janganlah kita bangga kita ini siapa? dekat dengan siapa? punya bekingan siapa? Tapi dengan empati bersama saya yakin kita akan mampu memulihkan ekonomi masyarakat dan berdampingan untuk mematuhi protokoler kesehatan dimanapun kita berada.” tutup Dr. Tirta saat diwawancari melalui sambungan telepon.